Studi kelayakan merupakan penelitian yang dilakukan terkait dapat tidaknya sebuah proyek dilakukan dengan hasil yang maksimal. Keberhasilan tersebut dapat ditafsirkan berbeda-beda oleh setiap pelaku bisnis. Terdapat pelaku bisnis yang menafsirkan dengan pengertian yang lebih sempit, ada pula yang menafsirkan dengan artian yang lebih luas. Penafsiran yang lebih sempit atau sederhana biasanya digunakan oleh perusahaan swasta yang mengutamakan dapatnya keuntungan secara ekonomis dalam sebuah investasi.

sumber : sportadvisory.com

Sedangkan untuk proyek pemerintah ataupun lembaga yang berbentuk non profit, penafsiran keberhasilan dapat menggunakan pengertian yang lebih luas. Biasanya mereka mempertimbangkan banyak faktor, misalnya manfaat untuk khalayak ramai yang dapat berwujud penerimaan tenaga kerja dan juga penggunaan sumber daya alam yang ada di tempat tersebut. Selain itu, dapat juga dihubungkan dengan penghematan devisa atau pendapatannya yang dibutuhkan oleh pemerintah.

Tujuan Melakukan Studi Kelayakan

 

sumber : kuzabiashara

Proyek atau bisnis investasi biasanya membutuhkan dana dengan nominal yang besar dan dapat mempengaruhi kelangsungan sebuah perusahaan dalam waktu yang lama. Karena hal tersebut, perlu adanya studi kelayakan yang berhati-hati supaya setelah perusahaan tersebut telah menginvestasikan dana dengan jumlah besar, jangan sampai proyek tersebut tidak dapat menghasilkan keuntungan yang sebanding.

Apabila proyek tersebut berasal dari perusahaan swasta, maka banyak sekali yang terpaksa menghentikan proyek atau menjualnya karena keuntungan yang didapatkan tidak seberapa. Sedangkan jika sponsornya dari pihak pemerintah, jika tidak mencapai yang diharapkan yang terjadi adalah pemerintah mempertahankan supaya proyek tersebut tetap dapat berjalan walaupun harus dilakukan berbagai bantuan, misalnya subsidi, proteksi, dan lain sebagainya. Meskipun sebenarnya hal tersebut sebenarnya tidak sehat jika dipandang dari sisi ekonomi makro yang dilakukan.

sumber : radjenovicsasa

Dengan demikian dapat diambil benang merah bahwa tujuan melakukan studi kelayakan yaitu berfungsi untuk menghindari perlakuan penanaman modal dengan nominal yang cukup besar bagi proyek yang akhirnya tidak membuahkan hasil. Kegiatan studi kelayanan tersebut tentu saja akan menggunakan biaya, namun biaya tersebut masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan besarnya resiko penanaman modal pada sebuah proyek atau bisnis yang berkaitan dengan jumlah investasi yang cukup besar.

Baca Juga  Kriteria Studi Kelayakan Dalam Industri Properti

Intensitas Studi Kelayakan

Business plan concept man touching virtual screen selecting plan

Penilaian terhadap prospek ataupun keadaan sebuah proyek atau bisnis investasi biasanya dilakukan berdasarkan beberapa faktor. Faktor yang pertama adalah pertimbangan kemanfaatan proyek tersebut bagi perusahaan. Faktor yang lainnya adalah dengan mempertimbangkan bidang yang lebih luas, misalnya manfaat proyek tersebut terhadap Negara ataupun masyarakat luas. Karena hal tersebut, menyebabkan tidak semua proyek akan dilakukan studi kelayakan dengan intensitas yang sama.

Beberapa proyek dapat diteliti dengan cara yang sangat mendasar, hal tersebut meliputi tidak banyak aspek yang dapat terpengaruh, sehingga hanya meneliti dari beberapa aspek yang penting saja. Bahkan juga sering dijumpai bahwa terdapat beberapa rencana investasi yang studi kelayakannya dilakukan secara tidak formal.

Biasanya semakin banyak jumlah dana yang dimasukkan, semakin mendalam studi kelayakan yang harus dilakukan. Misalnya proyek pembangunan jalan akan diteliti dalam bidang yang lebih luas juga mencakup dampak bagi social ekonomi dari proyek yang dilakukan, jika dibandingkan dengan proyek membuat usaha pembangunan ruko.

Semakin tinggi tingkat kesulitan dalam memperkirakan biaya, aliran kas, penghasilan dan lain sebagainya, akan semakin tinggi pula tingkat keberhasilan studi kelayanan yang dilakukan. Bagi proyek atau bisnis yang dapat menghasilkan bisnis baru, biasanya memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dalam perkiraan proses penjualan.

Sehingga hal yang dapat disimpulkan adalah intensitas studi kelayakan yang dilakukan untuk setiap perusahaan tidak mungkin sama. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi, misalnya kompleksitas dan ketidakpastian serta jumlah dana yang ditanamkan pada proyek tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Privacy Settings
We use cookies to enhance your experience while using our website. If you are using our Services via a browser you can restrict, block or remove cookies through your web browser settings. We also use content and scripts from third parties that may use tracking technologies. You can selectively provide your consent below to allow such third party embeds. For complete information about the cookies we use, data we collect and how we process them, please check our Privacy Policy
Youtube
Consent to display content from Youtube
Vimeo
Consent to display content from Vimeo
Google Maps
Consent to display content from Google
Spotify
Consent to display content from Spotify
Sound Cloud
Consent to display content from Sound
Grapadi Live Chat
Send via WhatsApp