Pernah mendengar istilah aset dan likuiditas? Istilah dalam bidang ekonomi ini sering kali didengar dalam dunia bisnis usaha. Sebagian orang bingung membedakan keduanya sebab saling berkaitan satu sama lain. Berikut ulasan untuk membedakan kedua istilah tersebut.

Memahami Pengertian Aset dan Likuiditas

sumber : maxmanroe.com

Agar lebih memudahkan memahami perbedaan aset dan likuiditas, harus terlebih dahulu memahami pengertian kedua istilah. Dimulai dari pengertian aset adalah sesuatu barang yang memiliki nilaiekonomi, nilai komersial dan nilai tukar milik entitasbaik suatu perusahaan atau individu. Secara lebih sederhana aset adalah seluruh kekayaan yang dimiliki perusahaan maupun perseorangan.

Kekayaan dapat berupa sumber daya benda maupun kuasa yang diperoleh dan diharap dapat memberi manfaat di masa akan datang. Termasuk Gedung, mobil, paten teknologi, merek dagang dan juga dana tunai.

sumber : amazonaws.com

Selanjutnya istilah likuiditas diserap dari kata liquid dalam bahasa Inggris yang artinya cairan. Likuiditas memiliki pengertian tingkat cairan atau pencairan dana atau kekayaan yang dimiliki entitas perusahaan maupun seseorang. Lebih dapat dipahami dari pengertianKamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yakni posisi uang ataupun kas suatu perusahaan dan kemampuannya untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo tepat pada waktunya; kemampuan untuk memenuhi kewajiban membayar hutang tepat waktu.

Dapat dipahami pula sebagai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya dalam jangka pendek yang dapat berupa hutang atau kewajibannya lancar yang harus dibayar segera dengan harta lancar. Sebagai contoh gaji karyawan, listrik, PDAM dan berbagai pengeluaran rutin perusahaan.

Adapun tingkat likuiditas sebuah perusahaan ditunjukkan ke dalam bentuk angka-angka tertentu seperti angka rasio cepat, angka rasio lancar serta angka rasio kas. Ketiga angka dihasilkan dari perbandingan antara tingkat aset lancar dengan jumlah kewajiban yang dimiliki oleh perusahaan.

Perbedaan Aset dan Likuiditas

sumber : www.dictio.id

Aset atau kekayaan dibagi dalam beberapa kategori berupa aset lancar, aset tetap, investasi jangka panjang, aset pajak tangguhan, aset tidak berwujud dan aset lain. Pembagian semata untuk memudahkan manajemen menilai kekayaan. Sementara dalam neraca, daftar aset disusun berdasarkan urutan tingkat likuiditas mulai paling likuid hingga tidak likuid. Aset mana yang paling cepat dicairkan dalam yang membutuhkan waktu lama untuk pencairan. Kekayaan dengan tingkat likuid tinggi memberikan nilai positif pada keuangan perusahaan. Nilai aset paling likuid adalah uang tunai yang bisa dicairkan dengan cepat kapan saja.

sumber : mahdifinanceblog

Likuiditas diukur dengan rasio dari aktiva lancar yang dibagi dengan hutang atau kewajiban lancar. Sebuah perusahaan dinilai memiliki likuiditas sehat jika memiliki besaran rasio lancar 100% atau mendekati.Sedangkan ukuran likuiditas suatu perusahaan yang bisa menggambarkan tingkat dari likuiditas perusahaan itu bisa dilihat dari rasio kas yakni kas terhadap hutang atau kewajiban lancar.

Kembali pada istilah aset dan likuiditas, jika aset merupakan seluruh kekayaan, likuiditas dapat dimengerti sebagai kekayaan yang memiliki nilai likuid tinggi atau mudah dicairkan untuk melunasi tanggungan jangka pendek yang dapat berupa hutang maupun kewajiban lancar perusahaan.

Dari sini dapat dilihat perbedaan aset dan likuiditas. Aset adalah semua kekayaandimiliki oleh perusahaan sedangkan likuiditas adalah tingkat kemampuan membayar tanggungan dalam waktu cepat. Tingkat likuiditas dilihat dari besaran aset yang memiliki nilai likuid tinggi.

Demikian ulasan perbedaan istilah aset dan likuiditas. Keduanya sangat penting dalam manajemen keuangan perusahaan untuk membandingkan dan memperbaiki keuangan perusahaan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Grapadi Live Chat
Send via WhatsApp