Aset banyak disebut sebagai suatu harta yang berharga untuk seseorang. Sebuah mobil adalah aset, rumah adalah aset, bahkan ada juga yang menyebut ilmu pengetahuan sebagai aset yang dimiliki manusia. Rumah dan mobil bisa dikatakan sebagai aset apabila pemiliknya mampu mendapatkan nilai tambah dari benda tersebut. Atau malah hanya sebagai liabilitas semata.

Misalnya saja jika kendaraa Anda rusak dan menghabiskan banyak biaya perawatan, maka kendaraan ini disebut sebagai liabilitas, bukan aset. Aset mempunyai karakteristik yang tentu berbeda dengan laporan keuangan yang lainnya. Karakteristik dari aset yaitu mempunyai manfaat ekonomi yang dapat dimiliki untuk masa mendatang, dikuasai serta dikendalikan oleh perusahaan dan merupakan hasil dari transaksi di masa yang lalu.

Mengenal jenis-jenis aset

sumber : finansialku

Pada dasarnya terdapat dua jenis golongan aset yaitu aset lancar dan tidak lancar. Aset lancar yaitu jenis aktiva paling liquid. Artinya aset tersebut paling mudah dan cepat untuk dikonversikan sebagai uang tunai. Umumnya aset jenis ini mempunyai jangka waktu untuk perputaran selama satu tahun. Sebab perputaran aset yang cepat ini, manfaatnya juga cepat habis lalu digantikan dengan aset ataupun aktiva lainnya. Hal tersebut berlangsung terus hingga periode berakhir. Lalu contoh dari aset lancar yaitu persediaan, kas, wesel tagih, piutuang usaha, investasi berjangka pendek dan lain-lain.

sumber : tribunnews

Sedangkan aset tidak lancar adalah jenis aset yang mempunyai masa manfaat diatas satu tahun. Aset tidak lancar ini dibagi menjadi beberapa bagian yaitu aset tetap, aset tidak berwujud dan investasi jangka panjang. Aset tetap merupakan aset yang mempunyai bentuk secara fisik misalnya seperti bangunan, tanah, mesin, kendaran atau gedung. Aset ini dapat dimanfaatkan perusahan untuk melakukan kegiatan produksi jasa atau produk. Tujuan aset ini tentunya tidak untuk dijual tetapi dikelola untuk mendukung operasional perusaaan.

sumber : klimg.com

Aset tidak berwujud contohnya hak paten, goodwill, hak guna, hak cipta, hak sewa dan lainnya. Aset ini merupakan aktiva yang tidak nampak secara fisik namun mempunyai nilai untuk perusahaan. Kemudian ada investasi jangka panjang yang merupakan sebuah aset yang bertujuan untuk mendapat kekayaan. Investasi ini dialkukan perusahan baik di masa sekarang atau di masa sebelumnya.

Beberapa contoh aset

sumber : nusabali.com

Contoh aset yang pertama adalah kas. Kas disebut sebagai investasi yang paling mudah dicairkan dalam jangka waktu yang singkat, maka dari itu ermasuk sebagai aset lancar. Kas mencakup yang yang ada di tabungan Anda, rekening deposito dan lainya. Investasi jenis ini memang memiliki keuntungan yang rendah namun resikonya juga rendah. Anda akan sangat jarang kehilangan ketika berinvestasi dengan bentuk tunai.

Kemudian ada juga obligasi. Sistem dari obligasi yaitu Anda sebagai investor akaan “meminjamkan” uang pada penerbit obligasi (perusahaan besar atau pemerintah). Sebagai imbalannya, Anda akan mendapatkanpembayaran bunganya secara teratur selama waktu peminjaman tersebut. Resiko utama yang dimiliki investasi obligasi yaitu ketika peminjam tak dapat mengembalikan yang Anda pinjamkan tersebut. Obligasi memang memiliki resiko rendah namun tingkat keuntungannya lebih tinggi daripada investasi kas atau uang tunai.

Kemudian ada juga investasi properti yang meruakan aset berwujud fisik. Nilainya bisa naik ataupun turun dan mampu menghasilkan pendapatan secara rutin dari sewanya. Jenis investasi properti seperti ruko, apartmen, gedung perkantoran tentunya mampu memberikan pendapatan yang lumayan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Grapadi Live Chat
Send via WhatsApp