Salah satu kegiatan yang perlu dilakukan dalam suatu perusahaan, organisasi, maupun pemerintahan yaitu optimalisasi aset. Optimalisasai aset adalah proses kerja yang dilakukan pada suatu manajemen aset untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh sebuah aset dalam segi ekonomi, nilai, lokasi, jumlah, fisik maupun legal. Salah satunya yaitu  dengan mengidentifikasi serta mengelompokkan aset berdasarkan potensi yang dimiliki. Aset yang memiliki potensi kemudian dikelompokkan berdasarkan sektor unggulan dalam strategi untuk mengembangkan ekonomi dalam jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Sedangkan untuk aset yang tidak memiliki potensi perlu dicari tahu penyebabnya.

Alasan dilakukannya optimalisasi aset

sumber : amazonaws

Aset dapat diartikan sebagai kekayaan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan, organisasi, maupun pemerintahan. Aset ini dapat berupa benda yang berwujud seperti mesin, gedung, tanah, hingga peralatan. Ada juga aset yang tidak berbentuk yaitu intelektual, hak paten, cipta, dan masih banyak lagi. Aset-aset ini perlu dioptimalkan untuk memberikan kesejahteraan saat ini hingga dimasa yang akan datang. Hal ini dikarenakan setiap aset yang berwujud maupun tidak, memiliki unsur dalam mencapai visi serta misi dalam sutau perusahaan muapun orgnaisasi.

sumber : kendaripos.co.id

Optimalisasi aset juga berhubungan dengan pengaturan kebutuhan dalam hal operasional yang berkaitan dengan proses produksi, analisis pasar, hingga pendapatan yang diperoleh. Apalagi untuk perusahaan yang memiliki cabang diberbagai wilayah. Perlu adanya perhatian serta pengaturan yang lebih intens karena disetiap wilayah memiliki kondisi geografis yang berbeda-beda. Hal ini secara tidak langsung juga berpengaruh terhadap pemanfaatan aset yang dimiliki. Sehingga optimalisasi aset perlu dilakukan agar antara wilayah suatu perusahaan yang stau dnegan yang lainnya terjadi pemerataan.

Langkah-langkah dalam melakukan optimalisasi aset

sumber : maxmanroe.com

  1. Mengidentifikasi dan inventarisasi aset secara fisik maupun legal

Kegiatan ini berupa pendataan pada semua aset yang mencakup kondisi aset, fisik, ukuran, hingga status legal. Salah staunya dengan menganalisis secara yuridis dan mendata dokumen legal. Hal ini akan memberikan dampak legal opinion terhadap aset-aset yang bermasalah.

  1. Melakukan penilaian terhadap aset tetap

Penilaian ini dilakukan untuk mengetahui nilai pasar terhadap aset yang dimiliki berdasarkan pendekatan serta metode yang telah banyak dilakukan, seperti :

  1. Pendekatan market dayta melalui metode direct comparison
  2. Pendekatan cost melalui metode depreciated replacement cost
  3. Pendekatan income mellaui metode discounted cash flow
  4. Pendekatan land development melalui metode land residual
  5. Menganalisis optimalisasi terhadap aset

sumber : celotehbisnis

Langkah ini dilakukan dengan mengidentifikasi mamupun memilah aset yang dimiliki berdasarkan aset operasional dan aset non operasional. yang termasuk ke dalam aset operasional kemudian dikaji lagi untuk mengetahui apakah aset etrsebut sudah dimanfaatkan secara optimal atau belum. Jika belum maka perlu dilakukan analisis optimalisasi yang didasarkan pada kebutuhan serta kegiatan yang dilakukan.

Sedangkan untuk aset non operasional, perlu diadakan pengkajian kondisi aset. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah sudah optimal dalam memanfaatkan aset tersebut. Contohnya penggunaan tanah untuk pembangunan serta fungsi gedung dari sudut ekonomi. Pengkajian ini didasarkan pada regulasi, pengembangan maupun peruntukkan terhadap lingkungan sekitar.

  1. Melaksankan konsep SIMA (Sistem Informasi Manajemen Aset)

SIMA merupakan konsep yang mengkombinasikan berbagai disiplin keahlian. Hal ini tentu saja untuk menunjang pemanfaatan aset yang dimiliki secara lebih baik. Konsep SIMA digunakan untuk efisiensi dan mengoptimalisasi dalam hal pengelolaan aset.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Grapadi Live Chat
Send via WhatsApp